Sumber Covid- 19 Masih Teka- teki, Bukan Pasar Hewan Wuhan

Tubuh Kesehatan Dunia( World Health Organization) melaksanakan penyelidikan terpaut dengan asal- usul virus corona SARS- CoV- 2 yang menimbulkan penyakit Covid- 19. Penyelidikan dicoba dengan menghadiri Wuhan, Cina, tempat awal kalinya virus itu diidentifikasi.

Ilmuwan Universitas Sydney, Dominic Dwyer berkata virus itu bukan berasal dari laboratorium sebagaimana yang tersebar di internet. Dwyer, salah satu orang yang ikut serta dalam penyelidikan itu merumuskan virus itu mungkin besar berasal dari hewan.

SARS- CoV- 2, kata ia bisa jadi menyeberang ke manusia dari kelelawar, lewat hewan perantara yang belum dikenal serta pula di posisi yang tidak dikenal. Pola itu sama semacam pandemi tadinya, semacam MERS ataupun SARS.

” Kami masih berupaya buat membenarkan rangkaian kejadian yang pas yang menimbulkan pandemi dikala ini. Pengambilan ilustrasi kelelawar di provinsi Hubei serta binatang liar di segala Cina belum mengatakan SARS- CoV- 2 sampai dikala ini,” ucap Dwyer, mengutip The Conversation teknohits.com .

Sepanjang di Wuhan, Dwyer dkk mendatangi pasar basah Wuhan yang saat ini telah tutup, yang pada hari- hari dini pandemi, dituding selaku sumber virus. Mereka menciptakan sebagian kios di pasar menjual produk binatang liar yang dijinakkan, semacam tikus bambu sampai musang.

Dalam riset, ditemui fakta kalau sebagian binatang liar peliharaan bisa jadi rentan terhadap SARS- CoV- 2. Tetapi, tidak satupun dari produk hewani yang diambil sampelnya sehabis penutupan pasar dinyatakan positif SARS- CoV- 2.

” Kami pula ketahui tidak seluruh dari 174 permasalahan Covid- 19 dini awal itu mendatangi pasar, tercantum laki- laki awal yang di nyatakan( positif Covid- 19) pada Desember 2019,” ucapnya.

Walaupun demikian, Dwyer mengaku tidak begitu susah buat memandang gimana peradangan dapat menyebar di situ sehabis mendatangi pasar yang sudah ditutup. Karena, hendak terdapat dekat 10. 000 orang yang berkunjung tiap hari, dalam jarak dekat, dengan ventilasi serta drainase yang kurang baik dikala pasar itu masih dibuka.

Sepanjang di Wuhan, Dwyer dkk mendatangi pasar basah Wuhan yang saat ini telah tutup, yang pada hari- hari dini pandemi, dituding selaku sumber virus. Mereka menciptakan sebagian kios di pasar menjual produk binatang liar yang dijinakkan, semacam tikus bambu sampai musang.

Dalam riset, ditemui fakta kalau sebagian binatang liar peliharaan bisa jadi rentan terhadap SARS- CoV- 2. Tetapi, tidak satupun dari produk hewani yang diambil sampelnya sehabis penutupan pasar dinyatakan positif SARS- CoV- 2.

” Kami pula ketahui tidak seluruh dari 174 permasalahan Covid- 19 dini awal itu mendatangi pasar, tercantum laki- laki awal yang di nyatakan( positif Covid- 19) pada Desember 2019,” ucapnya.

Walaupun demikian, Dwyer mengaku tidak begitu susah buat memandang gimana peradangan dapat menyebar di situ sehabis mendatangi pasar yang sudah ditutup. Karena, hendak terdapat dekat 10. 000 orang yang berkunjung tiap hari, dalam jarak dekat, dengan ventilasi serta drainase yang kurang baik dikala pasar itu masih dibuka.

Baca Juga : Tipe serta Guna Valve

Tampik teori virus dibawa dari santapan beku

Teori lain menyebut mungkin penularan dari santapan beku. Teori ini berhopotesis jika virus dibawa dari tempat lain melalui aktivitas pertanian, perikanan, serta pemrosesan santapan, yang setelah itu dibekukan serta dikirim ke Cina.

Tetapi, Dwyer menampik mungkin ini. Tidak teruji kalau perihal ini dipicu oleh asal virus itu sendiri. Tidak dikenal pula sepanjang apa metode ini berkontribusi pada penularan Covid- 19.

Dalam investigasi dikala itu, ia mengatakan grupnya mengambilan ilustrasi area di pasar yang menampilkan kontaminasi virus. Tetapi, sebagian produk santapan beku yang terdapat di pasar Wuhan tidak diuji isi virusnya.

Tetapi, pada pengambilan ilustrasi area di pasar menampilkan terdapat kontaminasi virus di permukaan. Ini bisa jadi menampilkan masuknya SARS- CoV- 2 lewat orang yang terinfeksi, ataupun produk hewani yang terkontaminasi serta produk santapan beku. Investigasi produk santapan beku serta kelangsungan hidup virus pada temperatur rendah masih dicoba.

Leave a Reply